Hai, Bunda! Kehamilan suatu proses yang membutuhkan dukungan dari orang sekitar, terutama dari seorang suami. Dukungan yang diberikan tidak hanya dari segi finansial saja, namun juga dari segi psikis dan fisik. Dengan begitu, istri bisa melewati masa kehamilan dengan tenang dan nyaman tanpa tekanan. Lantas apa saja dukungan yang diberikan suami pada istri yang sedang hamil?
Dukungan Suami untuk Istrinya yang Sedang Hamil
1. Memahami kondisi fisiknya
Tubuh seorang istri secara fisik tentunya mengalami banyak perubahan dan sulit bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang dulu mudah dilakukan. Seperti mengambil sesuatu dengan cara menunduk, kecepatan berjalan yang sudah mulai menurun dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, istri yang sedang hamil akan mudah lelah dan butuh istirahat. Sebagai seorang suami harus memberikan dukungan dengan memahami kondisi ini. Pahami kondisi sang istri dan bantulah sebisa mungkin.
2. Beri pijatan kaki
Bukan hanya memahami kondisi fisik istri, seorang suami juga bisa melakukan kegiatan sederhana namun sangat bermakna. Salah satunya dengan memijat kaki istri dengan lembut saat ia tengah beristirahat. Saat sedang hamil, tubuhnya menopang janin di perut sehingga area kaki terutama di bagian tungkai seringkali terasa nyeri. Dengan memberikan pijat lembut pada kaki maka akan membantu mengurangi rasa nyeri dan membuat istri merasa bahwa ia tidak sendirian.
3. Menahan saat istri sedang periksa kehamilan
Menjadi suami siaga dengan ikut mendampingi istri saat sedang periksa kehamilan. Keberadaanmu bisa membuatnya lebih nyaman serta ia akan merasa kamu benar-benar peduli pada dirinya dan buah hati.
Selain itu, menemani istri saat periksa kehamilan juga membuatmu mengetahui perkembangan sang bayi. Ini merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya bagi orang tua dan dari sini pula kedekatan secara emosional dengan Si Kecil bisa terbentuk.
3. Menolong istri mengatasi keluhan
Wanita hamil biasanya mengalami banyak keluhan yang membuatnya tak nyaman. Misalnya sakit punggung, kaki bengkak, mual-mual dan lain-lain. Karena ini bantuan suami akan sangat meringankan bebannya serta mengurangi rasa tidak nyaman yang dialaminya.
Tindakan suami yang dapat membantu keluhan istrinya tersebut bisa berupa memijat punggung ibu yang sakit, memijat bagian tubuh yang bengkak, serta membantu meredakan rasa mualnya dengan memberi makanan yang lembut dan hangat.
4. Menjadi istri
Memanjakan istri juga akan mengurangi bebannya selama kehamilan. Suami bisa mengajaknya berlibur dalam rangka babymoon, memenuhi keinginannya selama ngidam, serta memberikan hal-hal yang diinginkan oleh istri. Hal tersebut bertujuan agar istri dapat menjalani masa kehamilannya dengan bahagia dan terhindar dari rasa stres, karena ibu hamil yang stres akan memberikan dampak yang buruk pada kesehatan janinnya.
5. Membantu menjaga kesehatan istri
Kemudian suami juga bisa berperan dalam menjaga kesehatan istrinya. Ini ditunjukan dengan menguasai asupan makanan yang dikonsumsinya supaya istri dapat terhindar dari makanan yang tidak dianjurkan oleh dokter kandungan.
Selalu ingat istri agar minum susu kehamilan serta makan makanan yang bergizi. Karena istri yang sedang hamil biasanya memiliki nafsu makan yang besar. Oleh karena itu, sebaiknya suami peru memenuhi kebutuhan makan istri yang semakin bertambah banyak.
6. Melakukan pekerjaan rumah tangga
Di trimester ketiga, gerakan fisik ibu hamil makin teratas terutama dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Dan peran suami sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban istri.
Dengan mengambil alih tugas pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci piring serta membersihkan rumah tentunya akan sangat membantu tugas istri.
Dengan begitu istri juga merasa tidak terbebani dengan tugas pekerjaan rumah dan mempunyai lebih banyak waktu untuk istirahat.
7. Menerapkan pola hidup sehat
Perkembangan janin tentunya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup kedua orang tuanya. Oleh karena itu sering dikatakan bahwa masa kehamilan merupakan waktu yang tepat bagi pasangan suami istri untuk memulai perubahan gaya hidup.
Suami harus bisa melarang istri untuk menghindari alkohol dan merokok. Dan selalu ingatkan untuk mengontrol asupan kafein, gula dan garam agar menghindari komplikasi kehamilan.
Selain itu suami juga harus memberikan contoh yang baik, misalnya dengan tidak minum alkohol dan mulai berhenti merokok.
Karena paparan asap rokok ketika hamil bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur serta berat badan lahir rendah pada bayi.
8. Memenuhi dukungan sosial dan emosional
Suami merupakan salah satu orang terdekat untuk memberikan dukungan kepada istri selama masa kehamilan.
Beberapa bentuk dukungan sosial dan emosional yang dapat suami dilakukan dalam rangka memberikan dukungan kepada istri diantaranya :
- Berada di dekat istri selama kehamilan.
- Mengajak istri berkomunikasi dan mendengarkan semua keluhannya.
- Menyemangati dan memberikan rasa nyaman.
- Memenuhi keinginan untuk memakan makanan tertentu dan melakukan sesuatu, seperti berjalan-jalan keluar rumah.
- Menciptakan suasana rumah yang menyenangkan dan nyaman untuk beristirahat.
9. Membantu mengurangi stres finansial
Kebanyakan ibu hamil seringkali overthinking dalam hal finansial akibat datangnya buah hati. Itulah sebabnya, stres finansial seringkali menjadi pemicu stres ibu hamil.
Apabila sebelumnya istri memegang kendali, ini adalah saatnya tugas suami menggantikan peran istri dalam mengelola keuangan keluarga dengan baik selama proses kehamilan.
Suami bisa mulai dengan merencanakan pengeluaran sehari-hari, persiapan persalinan dan kebutuhan bayi. Tindakan sederhana seperti ini dapat mengurangi beban pikiran istri terkait dengan keuangan.
10. Menyiapkan diri untuk peran sebagai ayah
Peran suami selama istri hamil bukan hanya sebatas mendampingi saja selama masa kehamilan. Namun juga menyiapkan diri untuk menjadi ayah.
Suami bisa memulai belajar terkait dengan tumbuh kembang bayi, cara merawat bayi sampai dengan mengikuti kelas persiapan menjadi orang tua.
11. Menjadi pendengar yang baik
Saat istri hamil, ia mungkin mengalami berbagai perubahan emosional dan fisik. Jadilah pendengar yang baik untuknya. Luangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya, dan tunjukkan bahwa kamu peduli dengan apa yang dia rasakan.
12. Memberikan ucapan terima kasih kepada istri
Sekuat apapun sosok istri pasti akan sangat terharu atas perjuangan istri saat menjalani proses persalinan. Untuk itulah wajib suami memberikan ucapan terima kasih kepada istrinya karena sudah melahirkan keturunan keluarga di dunia ini dengan cara melahirkan.
Tetap memberikan semangat untuk istri tercinta setelah menjalani proses persalinan. Ketika persalinan selesai bukan berarti tugas suami ikut selesai menemani sang istri. Justru sebaiknya suami harus tetap mendampingi sang istri agar cepat pulih kembali seperti sedia kala. Karena melahirkan normal tanpa jahitan akan memberikan efek yang berbeda bila dibandingkan dengan proses sesar.
Itulah beberapa peran suami saat mendampingi sang istri dalam masa kehamilan. Diharapkan dengan kehadiran sang suami dapat mengurangi sakit yang diderita oleh sang istri. (sta)
Comment