Hai Bunda! Lihat anak gelisah, badan anget, pipi merah… rasanya dada ibu langsung sesak. Pengen buru-buru nurunin panasnya, tapi takut salah langkah. Kompres air dingin? Selimutin tebal? Kasih obat dulu atau ke dokter saja?Tarik napas dulu ya, Bun. Demam itu bukan musuh. Justru demam tanda sistem imun anak lagi kerja keras ngelawan virus/bakteri. Jadi tujuan kita bukan “menghilangkan demam secepatnya”, tapi bikin anak nyaman dan tahu kapan demamnya sudah masuk zona bahaya. Di artikel ini di rangkum cara menurunkan demam pada anak yang aman & sesuai anjuran IDAI. Mulai dari rawat di rumah: ukur suhu yang bener, cairan yang cukup, sampai pakai obat penurun panas yang tepat dosis. Biar pas anak demam tengah malam, Bunda tidak panik.
Artikel ini membahas tentang cara menurunkan demam dan kapan anak harus dibawa ke dokter?
Cara Menurunkan Demam si Kecil di Rumah
1. Beri makan dan minum teratur
Ketika anak demam, berikan makanan yang bergizi dan yang mudah dicerna, contohnya sup ayam atau bubur. Tujuannya agar nutrisi yang masuk bisa memperkuat sistem imun tubuh, melawan infeksi serta mempercepat pemulihan. Bukan hanya itu saja, saat diberikan makanan hangat akan membantu anak memberi rasa nyaman ketika sedang lemas dan tidak nafsu makan.
Penting juga untuk memastikan supaya tidak terjadi dehidrasi dengan memberikan air putih yang cukup, jus buah atau air kelapa. Dengan minum cairan akan membantu suhu tubuh turun serta mencegah dehidrasi.
2. Minum paracetamol
Apabila demam tinggi dan rewel, bisa diberikan obat penurun suasana seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis.
Paracetamol akan membantu menurunkan panas serta meredakan nyeri ringan yang muncul saat terjadi demam.
Pasti saat memberikan obat untuk tidak lebih dari dosis yang sudah ditetapkan, dan berikan jeda sera pastikan sesuai aturan pakainya.
Supaya penanganan demam tepat sasaran, maka orang tua juga perlu mengetahui keluhan anak dengan cara metode CEK yaitu Ciri fisik, Ekspresi anak, dan Keluhan badan.
Untuk ciri fisik, apabila mata anak terlihat sayu atau wajah pucat disertai dengan ekspresi lemas dan keluhan sebatas meriang maka kondisi seperti ini termasuk demam biasa (ringan hingga sedang). Ini bisa diredakan dengan paracetamol micronized seperti Praxion, untuk membantu menurunkan demam dan membuat anak lebih nyaman.
Akan tetapi jika ciri fisiknya disertai bengkak atau nyeri saat menelan, ekspresi anak rewel dan gelisah, muncul keluhan nyeri badan atau bau menandakan demam yang disertai peradangan dan nyeri.
3. Gunakan Pakaian tipis
Saat demam, gunakan pakaian tipis untuk meningkatkan hilangnya panas tubuh. Lapisan pakaian bisa memperburuk dengan menjebak panas tubuh.
Selain itu, jika anak menggigil bisa gunakan selimut. Hal ini untuk menurunkan panas pada anak secara alami. Selain itu, pakaian katun yang longgar dapat membuat anak lebih bebas bergerak tanpa merasa gerah berlebih.
4. Istirahat yang cukup
Dengan istirahat yang cukup akan membantu pemulihan demam. Karena selama anak beristirahat tubuh akan mendedikasikan energi untuk penyembuhan daripada mendistribusikannya untuk menangani aktivitas lainnya.
Saat anak tidak mau beristirahat untuk tidur, maka bisa pilih aktivitas lain yang membatasi gerakannya. Contohnya seperti mewarnai, memecahkan teka teki atau bermain dengan mainan favorit.
Dengan membatasi gerakan, tubuh akan mengarahkan lebih banyak energi untuk menyembuhkan penyakit yang sebenarnya.
5. Menghirup uap
Saat demam tinggi dan disertai pilek, maka uap akan membantu menghilangkan lendir yang bisa menyebabkan demam.
Dengan mandi uap akan mengobati demam secara lebih efektif. Uap air panas ditambah dengan atasan minyak kayu putih akan mengurangi demam. Saat anak menghirup udara hangat dan lembab bisa menghilangkan lendir sekaligus demamnya.
6. Berjemur di pagi hari
Sinar matahari jam 10 pagi bisa membantu tubuh memproduksi vitamin D yang dibutuhkan anak untuk memperkuat imun tubuh. Ajaklah anak berjemur sebentar sekitar 10-15 menit. Hal ini untuk membantu mengurangi rasa lemas anak akibat demam.
7. Berikan obat tradisional
Cara menurunkan demam sudah dilakukan secara turun temurun yaitu dengan memberikan obat tradisional. Obat tradisional penurun panas anak usia 2 tahun yang populer adalah bawang merah yang dicampur kayu putih.
Pertanyaannya, apakah bawang merah dan minyak kayu putih bisa menurunkan panas? Jawabannya, ya, bahkan lebih efektif daripada kompres air hangat biasa.
Hal ini karena bawang merah mengandung zat yang membantu melebarkan pembuluh darah. Dan minyak kayu putih memiliki efek yang dapat merangsang kelenjar keringat, sehingga suhu tubuh anak bisa kembali normal lebih cepat.
Caranya, campur irisan bawang merah dengan sedikit minyak kayu putih. Lalu oleskan ke dada, punggung, dan telapak kaki anak saat anak tidur.
Saat Anak Demam, Kapan Harus ke Dokter
Apabila demam makin memburuk dengan diikuti gejala tambahan, sebaiknya langsung dibawa kerumah sakit terdekat. Jangan ditunda, saat anak mengalami gejala :
- Demam makin tinggi dan disertai dengan kejang
- Anak sulit dibangunkan dan kesadaran mulai menurun. Segera bawa ke dokter apabila anak demam yang menjadikan anak kurang aktif, selalu mengantuk dan tidak ada respon ketika diberikan stimulus.
- Makin rewel, menangis terus menerus dan tidak mau ditenangkan. Hal ini terjadi karena mungkin anak merasa kesakitan dan demam yang merupakan gejala penyakit yang lebih besar. Terjadi muntah, menolak minum dan tidak mau menyusu. Pada kondisi ini anak rentan mengalami dehidrasi, sebaiknya segera bawa anak ke dokter.
- Mengalami mimisan, gusi berdarah, muntah hitam dan berdarah atau munculnya bintik perdarahan di kulit anak saat demam. Ini penting untuk diwaspadai. Segeralah bawa ke dokter karena gejala ini mirip dengan demam berdarah dengue.
- Untuk bayi, demam perlu diwaspadai apabila sudah sangat tinggi atau lebih dari 40 derajat celcius.
- Demam yang terjadi dalam waktu yang lama atau lebih dari seminggu perlu untuk diwaspadai.
- Anak demam dan muncul bercak warna ungu di kulit sebaiknya langsung dibawa ke dokter.
Jadi Bunda harus tahu tentang kunci hadapi demam anak: tetap tenang, cukupi cairan, ukur suhu rutin, dan kasih obat sesuai berat badan + anjuran dokter. Demamnya sendiri tidak berbahaya kalau kita tahu cara merawatnya di rumah. Tapi ingat, insting ibu itu penting banget. Kalau ada 1 saja dari tanda diatas – anak lemas banget, kejang, sesak, tidak mau minum, atau demam >3 hari – jangan ditunda. Langsung ke dokter/IGD. Lebih baik “kelebihan waspada” daripada telat penanganan. Simpan artikel ini ya, siapa tahu dipakai pas tengah malam. Semoga si kecil cepat pulih dan lari-lari lagi seperti sedia kala. Kamu tim kompres air hangat atau skin-to-skin kalau anak demam? (sta)
Comment