Hai, Bunda! Bagi ibu yang pertama hamil, persiapan melahirkan mungkin sedikit merepotkan. Dengan mempersiapkan perlengkapan hospital bag merupakan salah satu kunci yang membuat proses persalinan di rumah sakit terasa nyaman. Informasi penting ini perlu diketahui oleh calon ibu.
Biasanya isi tas persalinan berisi empat kategori utama. Diantaranya berisi dokumen penting, perlengkapan ibu, perlengkapan buah hati dan kebutuhan pendamping. Dibawah ini penjelasannya yang penting bagi ibu hamil.
Isi Hospital Bag yang Perlu Dipersiapkan
Jika ingin menyiapkan berbagai perlengkapan yang akan dibawa rumah sakit perlu dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu. Hal ini dilakukan agar ibu hamil memiliki rasa tenang, aman, nyaman dan siap menjalani persalinan di rumah sakit.
Selain berbagai perlengkapan bayi yang disiapkan, ibu juga perlu menyiapkan perlengkapan untuk bayi dan ayah.
Berikut ini daftar isi hospital bag yang perlu kamu ketahui.
1. Perlengkapan untuk ibu
Hal pertama yang perlu dipersiapkan dalam hospital bag yaitu kebutuhan ibu. Hal Ini dikarenakan ada banyak perlengkapan dan dokumen yang dibutuhkan. Informasi ini juga penting bagi calon ayah yang harus selalu siaga saat menantikan kelahiran anak pertamanya.
Bukan hanya itu saja, pakaian ibu juga perlu dipersiapkan dengan baik. Pakaian untuk ibu diantaranya baju ganti longgar dengan kancing depan, celana dalam, bra untuk menyusui sebanyak 2 atau 3, kaos kaki, sandal jepit, piyama dan pakaian yang digunakan ketika pulang nantinya.
Selain itu perawatan diri juga perlu dipersiapkan dengan baik. Ibu perlu membawa perlengkapan mandi seperti sikat gigi, sabun, shampo, deodoran, pelembab kulit, lip balm. Kemudian ada handuk, pembalut nifas, dan breast pad.
Membawa ponsel dan charger juga penting sekali. Kacamata, cemilan, minuman, uang tunai, masker, obat pribadi, antiseptik dan bantal menyusui apabila diperlukan.
2. Perlengkapan Bayi
Setelah perlengkapan untuk Ibu selesai disiapkan, selanjutnya Ibu bisa fokus ke perlengkapan untuk bayi. Perlengkapannya mungkin tidak sebanyak Ibu, tapi perlu disiapkan agar bayi yang baru lahir merasa nyaman.
Ada baju bayi sebanyak 3-4 set, popok sekali pakai untuk newborn, topi, sarung tangan dan kaus kaki. Untuk ukurannya cari yang memang khusus newborn. Desainnya sendiri bisa ditentukan sesuai preferensi Ibu.
kemudian ibu juga bisa menyimpan selimut bayi, kain bedong, handuk bayi dan sampo bayi, minyak telon, tisu basah dan kapas. Boleh ditabhakanbanag lainnya yang penting asalkan masih muat dalam tas.
Bisa juga menyiapkan alat pumping selama berada di rumah sakit. Ibu dapat melakukan pumping saat bayi tertidur atau melewati waktu menyusui.
Biasanya rumah sakit juga menyiapkan pakaian selama bayi masih berada di rumah sakit. Untuk itu, ibu perlu menanyakan langsung ke rumah sakit.
Namun jika rumah sakit tidak menyiapkan pakaian, maka ibu perlu membawa pakaian ganti.
3. Perlengkapan untuk pendamping (Suami/keluarga)
Untuk Ayah atau keluarga yang akan mendampingi Ibu, perlu juga mempersiapkan hospital bag yang akan membantu berbagai keperluan administrasi dan kebutuhan pribadi selama berada di rumah sakit. Ini dilakukan agar Ayah atau keluarga tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit dan rumah selama masa rawat inap.
Dokumen yang perlu dipersiapkan KTP, KK, buku nikah, kartu BPJS atau asuransi lainnya, hasil pemeriksaan kehamilan terakhir, fotokopi dokumen-dokumen penting. Dokumennya dimasukkan di dalam amplop besar atau map agar mudah ditemukan.
Keperluan lainnya seperti baju gantung 2 set, ponsel, charger, camilan, alat mandi dan barang bawaan lainnya selama tas masih muat.
Perlengkapan Lahiran di Rumah
Perlengkapan yang dibawa ke rumah sakit tentunya berbeda jika ibu ingin melahirkan dirumah. Persiapan yang dilakukan akan membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih karena ketersediaan alat bantu tidak selengkap yang ada di rumah sakit.
Jika ibu yang merencanakan melahirkan di rumah sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter. Karena pada kondisi tertentu yang membuat ibu tidak bisa melahirkan di rumah.
Apabila dokter mengijinkan untuk melahirkan di rumah, maka ada beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan supaya prosesnya bisa berjalan lancar.
- Tempat tidur untuk melahirkan sebagai pengganti ranjang melahirkan di rumah sakit.
- Jika berencana melahirkan dengan metode water birth, pastikan bahwa kolam di rumah benar-benar memenuhi standar.
- Pakaian ibu.
- Bantal tambahan.
- Bra biasa atau bra khusus untuk menyusui.
- Pembalut khusus ibu setelah melahirkan.
Persiapan Persalinan Lain yang Perlu Dilakukan
Pastikan untuk ibu hamil tidak melakukan persiapan sendirian. Ajak pasangan untuk ambil bagian dalam menyiapkan perjalanan menuju ke persalinan. Karena ibu juga butuh dorongan moral dari pasangan agar persalinan berjalan lancar.
1. Memilih rumah sakit bersalin
Persiapan yang paling awal yang perlu dilakukan yaitu melakukan survei rumah sakit. Fasilitas serta pelayanan yang diberikan rumah sakit tentunya menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Ada baiknya menyesuaikan rumah sakit yang mempunyai fasilitas lengkap, apalagi jika ibu ingin melahirkan caesar.
2. Mengikuti kelas persalinan dan parenting
Sebenarnya persiapan ini optional saja. Akan tetapi dengan mengikuti berbagai kelas persalinan akan memberikan banyak ilmu dan pengetahuan. Dengan begitu, kamu mempunyai bekal dalam menjalani persalinan.
Kemudian jangan lupakan juga kelas parenting yang membantu mempersiapkan untuk menjadi orang tua. Disini kamu akan diajarkan cara membuat bayi lebih nyaman, memandikan, memakaikan pakaian sampai mengajaknya bermain.
3. Menyiapkan kebutuhan rumah sakit
Diatas sudah dijelaskan dengan lengkap, apa saja yang perlu dibawa oleh ibu.
4. Cari tahu metode persalinan
Metode persalinan sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan kondisi dari sang ibu. Setiap metode pun memiliki keunggulannya masing-masing. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn untuk menentukan metode persalinan yang mau dilakukan.
Berikut cara-cara melahirkan yang bisa jadi pertimbangan:
- Melahirkan normal
- Operasi caesar
- Water birth (melahirkan di dalam air)
5. Aktivitas fisik
Ibu hamil disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dalam menjalani masa kehamilan sampai sebelum persalinan. Namun, bukan aktivitas fisik yang berat. Ibu hamil hanya perlu berjalan kaki minimal dua kali sehari selama 30 menit. Ini bisa dilakukan di sekitar rumah.
Selain itu, ibu hamil pun bisa mengikuti kelas yoga untuk membantu mengencangkan otot panggul. Melakukan aktivitas fisik secara rutin selama menjalani masa kehamilan akan membantu memudahkan proses persalinan nanti.
9. Istirahat cukup
Ibu hamil cenderung lebih sulit beristirahat karena bentuk tubuh yang sudah berubah. Untuk mengatasinya, bisa memanfaatkan bantal untuk menopang salah satu sisi tubuh. Bisa juga dengan mendengarkan white noise.
Buat juga tubuh dan mata lebih lelah dengan membaca atau menulis jurnal. Hindari melihat smartphone terlalu lama apalagi di atas tempat tidur. Hal ini malah akan makin sulit tidur sehingga bisa mempengaruhi kondisi tubuh.(sta)
Comment