Persalinan
Home » Blog » Ari-Ari Bayi Harus Dikubur? Ini Fakta Medis dan Tradisinya

Ari-Ari Bayi Harus Dikubur? Ini Fakta Medis dan Tradisinya

Ari-Ari Bayi Harus Dikubur? Ini Fakta Medis dan Tradisinya
Ari-Ari Bayi Harus Dikubur? Ini Fakta Medis dan Tradisinya 12/05/2026 Foto: Pinterest

Hai, Bunda! Tradisi mengubur ari-ari bayi masih banyak dilakukan masyarakat Indonesia hingga sekarang. Setelah proses persalinan selesai, keluarga biasanya segera membawa plasenta atau ari-ari untuk dikuburkan di sekitar rumah dengan tata cara tertentu.

Sebagian masyarakat percaya ari-ari memiliki hubungan khusus dengan bayi sehingga perlu diperlakukan secara hormat. Tidak sedikit pula yang mengaitkan proses penguburan ari-ari dengan berbagai mitos dan tradisi turun-temurun.

Di tengah berkembangnya informasi medis modern, muncul pertanyaan mengenai apakah ari-ari bayi memang harus dikubur atau hanya bagian dari budaya masyarakat.

Dokter menjelaskan bahwa ari-ari atau plasenta sebenarnya merupakan organ penting yang terbentuk selama kehamilan. Organ ini berfungsi membantu pertumbuhan janin di dalam kandungan hingga bayi lahir.

Ari-Ari Bayi Harus Dikubur, Tradisi Atau Keharusan?

Secara medis, tidak ada aturan yang mewajibkan ari-ari bayi harus dikubur. Namun, tradisi tersebut sudah berlangsung lama di berbagai daerah di Indonesia.

Hospital Bag Ibu Hamil: Checklist Barang Wajib Biar Nggak Panik Saat Kontraksi Datang

Sebagian keluarga mengubur plasenta sebagai bentuk penghormatan karena organ tersebut dianggap berjasa menjaga bayi selama di dalam kandungan. Ada pula yang meyakini ari-ari sebagai “saudara kembar” bayi berdasarkan kepercayaan budaya tertentu.

Meski demikian, dokter menegaskan bahwa plasenta hanyalah organ biologis yang terbentuk selama kehamilan. Setelah bayi lahir, organ tersebut tidak lagi memiliki hubungan langsung dengan kesehatan bayi.

Kepercayaan mengenai ari-ari yang dapat memengaruhi kondisi bayi juga tidak memiliki dasar medis yang kuat. Kesehatan bayi lebih dipengaruhi faktor nutrisi, lingkungan, imunisasi, dan perawatan setelah lahir.

Namun, karena tradisi mengubur ari-ari sudah menjadi bagian budaya masyarakat, banyak keluarga tetap melakukannya sebagai bentuk penghormatan dan adat keluarga.

Fungsi Plasenta Sangat Penting Selama Kehamilan

Plasenta memiliki peran besar dalam perkembangan janin selama masa kehamilan. Organ ini menjadi penghubung antara ibu dan bayi di dalam kandungan.

Pembukaan Melahirkan Berapa Lama? Ibu Hamil Wajib Tahu

Melalui plasenta, janin memperoleh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, plasenta juga membantu membuang sisa metabolisme dari tubuh janin.

Dokter menjelaskan bahwa plasenta turut menghasilkan hormon penting untuk menjaga kehamilan tetap stabil. Karena itu, kondisi plasenta sangat memengaruhi kesehatan janin selama berada di dalam rahim.

Setelah proses persalinan selesai, plasenta akan keluar dari tubuh ibu pada tahap akhir melahirkan. Proses keluarnya plasenta menjadi bagian penting dalam persalinan normal karena dokter perlu memastikan organ tersebut keluar sempurna.

Jika ada bagian plasenta yang tertinggal di dalam rahim, ibu berisiko mengalami perdarahan dan infeksi. Karena itu, pemeriksaan plasenta setelah persalinan menjadi prosedur penting di fasilitas kesehatan.

Penguburan Plasenta Masih Dipengaruhi Mitos

Tradisi penguburan ari-ari di Indonesia sering disertai berbagai ritual tertentu. Beberapa keluarga menambahkan garam, rempah, atau lampu penerangan di lokasi penguburan karena mengikuti kebiasaan turun-temurun.

Tanda Kuret Gagal yang Sering Diabaikan, Waspadai Gejalanya

Sebagian masyarakat percaya perlakuan terhadap ari-ari akan memengaruhi kehidupan bayi di masa depan. Ada pula mitos yang menyebut bayi bisa sakit jika plasenta tidak dikubur dengan benar.

Meski masih dipercaya sebagian masyarakat, dokter menegaskan bahwa mitos tersebut tidak terbukti secara ilmiah. Kondisi kesehatan bayi tidak ditentukan oleh cara keluarga memperlakukan plasenta setelah persalinan.

Namun, penguburan ari-ari tetap dapat dilakukan selama prosesnya aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar. Plasenta termasuk limbah biologis sehingga perlu ditangani dengan higienis.

Selain dikubur, kini sebagian orang memilih menyimpan plasenta di bank plasenta atau memanfaatkan darah tali pusat untuk kebutuhan medis tertentu. Darah tali pusat diketahui mengandung sel punca yang berpotensi digunakan dalam terapi beberapa penyakit.

Meski demikian, prosedur penyimpanan tersebut memerlukan fasilitas khusus dan biaya yang tidak sedikit.

Pentingnya Edukasi Tentang Ari-Ari Bayi

Di tengah berkembangnya informasi di media sosial, masyarakat perlu memahami perbedaan antara fakta medis dan mitos mengenai ari-ari bayi.

Dokter mengingatkan bahwa fungsi utama plasenta hanya berlangsung selama kehamilan. Setelah bayi lahir dan plasenta keluar, organ tersebut tidak lagi memengaruhi tumbuh kembang anak secara langsung.

Karena itu, orang tua disarankan lebih fokus pada perawatan bayi setelah lahir, seperti pemberian ASI, imunisasi, pola tidur, dan pemantauan kesehatan rutin.

Meski tradisi mengubur ari-ari masih dijalankan banyak keluarga, masyarakat tetap perlu memahami bahwa praktik tersebut lebih berkaitan dengan budaya dibanding kebutuhan medis.

Edukasi yang tepat membantu keluarga menjalankan tradisi secara bijak tanpa terjebak informasi yang tidak terbukti secara ilmiah.

Perdebatan mengenai ari-ari bayi harus dikubur atau tidak kemungkinan masih akan terus muncul di tengah masyarakat. Namun, dengan pemahaman medis yang benar, masyarakat dapat melihat tradisi tersebut secara lebih rasional tanpa mengurangi nilai budaya yang sudah diwariskan turun-temurun. (has)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *