Kehamilan
Home » Blog » Daftar Makanan yang Aman dan Harus Dihindari oleh Ibu Hamil

Daftar Makanan yang Aman dan Harus Dihindari oleh Ibu Hamil

Hai, Bunda! Konsumsi makanan yang bergizi untuk ibu hamil peting sekali supaya kebutuhan nutrisinya bisa tercukupi dengan baik. Walaupun begitu, ibu hamil perlu memperhatikan apa yang dikonsumsi. Karena ada daftar makanan yang dilarang dikonsumsi ibu hamil. Alasannya karena bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin yang ada dalam kandungan. Apa saja daftar makanan yang aman dan harus dihindari tersebut?

Makanan yang Aman untuk Ibu Hamil

Agar gizi selama kehamilan bisa terpenuhi dengan baik, ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan bergizi berikut ini.

1. Brokoli

Makanan yang aman dikonsumsi bagi ibu hamil yang pertama yaitu brokoli. Sayuran hijau yang satu ini mempunyai banyak nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan. Nutrisi yang ada di dalamnya seperti kalsium, asam folat, lutein, zeaxanthin, dan karotenoid yang baik untuk kesehatan mata.

Selain itu kandungan vitamin C yang ada pada brokoli membantu menyerap zat besi sehingga membantu menghilangkan sembelit serta mencegah bayi lahir dengan berat  badan rendah.

2. Pisang

Kemudian ada buah pisang yang mengandung vitamin B6. Pisang baik dikonsumsi ibu hamil terutama pada trimester pertama karena vitamin B6 bisa mengurangi rasa mual. Kandungan kalium yang ada pada pisang bermanfaat untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit selama hamil.

Bagaimana Memilih Dokter kandungan di Rumah Sakit Bersalin

3. Bayam

Untuk ibu hamil muda baik mengkonsumsi bayam karena banyak mengandung asam folat. Asam folat penting untuk awal kehamilan karena bisa membantu mencegah cacat lahir. Selain itu asam folat juga berperan dalam mencegah risiko terjadinya persalinan prematur dan preeklamsia.

4. Alpukat

Bagi ibu hamil yang memasuki usia trimester kedua dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat. Alpukat mengandung banyak serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalsium, vitamin B6 dan tinggi asam lemak baik.

Asam lemak yang terdapat pada alpukat bisa bermanfaat bagi perkembangan otak, sistem saraf, jaringan, dan kulit janin.

Kaliumnya bisa membantu mengurangi keluhan kram pada kaki yang dialami oleh ibu hamil. cara mengkonsumsinya bisa dijadikan jus atau bisa juga dimakan lanngsung.

5. Jeruk

Makanan bagi ibu hamil yang bergizi dan aman dikonsumsi adalah jeruk. Jeruk kaya akan vitamin C, asam folat dan serta. Jeruk mengandung hampir 90 persen air sehingga bisa membantu mencegah dehidrasi selama kehamilan.

Hospital Bag Ibu Hamil: Checklist Barang Wajib Biar Nggak Panik Saat Kontraksi Datang

Kandungan asam folat pada jeruk dapat membantu perkembangan otak dan sistem saraf tulang batang pada janin, sehingga dapat mencegah janin terlahir cacat.

6. Mangga

Mangga muda ataupun matang baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Kandungan vitamin C, vitamin A dan kalium yang ada pada buah mangga bisa membantu menjaga  tekanan  darah dan mempertahankan cairan didalam tubuh.

Kandungan vitamin A nya berfungsi sebagai antioksidan, membantu menunjang perkembangan sistem kekebalan tubuh, penglihatan, dan sistem saraf bayi. Selain itu mangga juga mengandung serat tinggi yang dapat mencegah konstipasi atau sembelit pada ibu hamil.

7. Ubi

Ubi adalah salah satu makanan yang bergizi bagi ibu hamil yang mengandung banyak vitamin A. Vitamin ini penting sesuai untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin.

Selain itu vitamin A juga bisa ditemukan pada labu, bayam, mangga, labu kuning, susu tanpa lema dan suplemen. Bagi yang mengkonsumsi suplemen sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Karena jika konsumsi berlebih, vitamin A juga bisa menyebabkan kecacatan janin.

Suami Wajib Tahu : Cara Dukung Istri Hamil Biar Nggak Merasa Sendiri

8. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung banyak asam folat, vitamin B complex, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang diperlukan selama kehamilan.

Nutrisi tersebut penting dikonsumsi ibu hamil terutama pada trimester pertama.

9. Daging tanpa lemak

Daging sapi, daging ayam, serta daging ikan adalah kelompok makanan yang kaya akan protein. Kandungan zat besi yang ada didalamnya sebagai mineral penting yang berguna bagi pembentukan sel darah merah. Sel darah ini mempunyai peranan yang penting untuk mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh.

Oleh sebab itu, ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat besi, karena volume darah juga meningkat selama periode kehamilan, terlebih pada trimester ketiga. Kekurangan zat besi pada awal dan pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia. Jika ini terjadi, ibu hamil berisiko untuk melahirkan bayi secara prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Beberapa makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil adalah :

1. Ikan bermerkuri tinggi

Pada dasarnya ikan mengandung banyak protein dan omega 3 yang baik bagi ibu hamil, namun  ternyata beberapa jenis ikan mengandung merkuri yang tinggi. Merkuri yang berasal dari limbah industri bisa mencemari laut dan masuk ke dalam ikan yang akan menyebabkan gangguan pada janin jika dikonsumsi. Ibu hamil sebaiknya menghindari ikan tinggi merkuri seperti tuna, makarel raja, ikan todak, tenggiri, dan kerang.

2. Susi dan sashimi

Ikan mentah berisiko terinfeksi bakteri atau parasit, seperti norovirus, Vibrio, Salmonella, dan Listeria. Infeksi listeria akan berisiko menyebabkan bayi lahir prematur, keguguran, hingga bayi meninggal dalam kandungan.

Ibu hamil boleh makan ikan, tapi harus dimasak matang dan pilih jenis yang aman.

3. Telur mentah

Olahan telur yang tidak matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena risiko kontaminasi bakteri Salmonella. Hal tersebut bisa membuat ibu hamil mengalami keracunan makanan sehingga mengalami mual muntah saat hamil, demam, kram perut dan diare.

4. Daging mentah atau kerang matang

Daging yang dimasak kurang matang bisa meningkatkan risiko terkontaminasi bakteri atau parasit, seperti Toxoplasma, E. coli, Listeria, dan Salmonella, yang bisa memicu penyakit berbahaya.

Bakteri tersebut bisa mengancam kesehatan tubuh ibu hamil dan si Kecil, bahkan mungkin menyebabkan bayi cacat lahir hingga bayi meninggal dalam kandungan.

Tak hanya itu, bakteri dalam daging mentah bisa meningkatkan risiko kebutaan hingga epilepsi pada ibu hamil.

5. Produk susu dan keju yang tidak dipasteurisasi

Susu mentah dan keju lembut yang tidak ibu hamil pasteurisasi dapat membawa bakteri Listeria. Infeksi listeriosis bisa berakibat fatal, seperti keguguran atau lahir mati, sehingga ibu hamil sebaiknya hanya mengkonsumsi produk susu dan keju yang tertera label pasteurisasi.

6. Sayuran, Buah, dan Tauge Mentah yang Tidak Dicuci

Sayuran dan buah yang belum ibu hamil cuci bersih dapat mengandung parasit atau bakteri dari tanah, seperti Toxoplasma atau E. coli. Tauge mentah juga bisa menyimpan bakteri yang sulit ibu hamil bersihkan. Oleh karena itu, pastikan semua buah dan sayuran ibu hamil cuci dengan air mengalir dan tauge masak hingga matang.

7. Alkohol

Alkohol adalah pantangan saat hamil muda hingga menjelang persalinan. Minum alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome (FAS), yaitu gangguan perkembangan janin yang berdampak pada otak, wajah, hingga kecerdasan anak. Sebaiknya ibu hamil menghindari alkohol sepenuhnya demi keselamatan bayi. (sta)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *