Parenting
Home » Blog » Tantrum di Mall Bikin Malu? Ini Cara Nenangin Anak Tanpa Kasih Hp!

Tantrum di Mall Bikin Malu? Ini Cara Nenangin Anak Tanpa Kasih Hp!

Anak Tantrum (12/05/2026). Foto : Pexels

Hai, Bunda! Pernahkah anak tantrum di mall atau di keramaian? Tentunya menguras tenaga sekali ya. Tak heran jika anak tantrum banyak orang tua yang langsung memberikan HP agar anak bisa tenang. Mengasuh anak memang penuh dinamika. Yuk cari tahu cara nenangin anak tanpa ngasih HP agar si kecil bisa kembali ceria.

Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah reaksi anak yang memperlihatkan perilaku ekstrem atau bahkan agresif karena merasa frustasi atau marah. Tantrum dalam istilah psikologinya disebut sebagai ‘temper tantrum’.

Si Kecil akan mengekspresikan emosinya dengan berbaring di lantai, menendang, berteriak, dan bahkan sampai menahan napas.

Tantrum terjadi karena anak-anak di usia ini belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustasi dan kesal karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Cara Atasi Anak Tantrum Tanpa Ngasih HP

Perlu diingat bahwa ketenangan orang tua adalah kunci utama dalam menghadapi anak yang tantrum. Apabila ayah atau ibu panik tentunya malah biasanya keputusan yang diambil kurang bijaksana.

Gentle Parenting Tapi Ngga Bikin Anak Manja, Bisa Nggak Sih?

Berikut ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi anak yang sedang tantrum tanpa memberikan HP.

1. Tetap Tenang dan tidak panik.

Yang terpenting adalah orang tua tetap tenang saat anak tantrum. Sebab, hal ini justru akan membuat Ibu tidak bisa berpikir jernih untuk menghadapi perilaku anak.

Sebaliknya, menunjukkan sikap yang tenang justru akan menjadi contoh bagi si Kecil untuk ikut menenangkan dirinya sendiri. Jadi, cobalah tarik napas dalam-dalam dan tetap berusaha tenang. Lalu, pikirkan langkah apa yang akan Ibu lakukan selanjutnya sambil memantau kondisi si Kecil.

Apabila si Kecil mulai agresif, misalnya melempar barang, coba katakan “Kamu boleh marah sama Ibu, tapi jangan lempar-lempar mainan, ya. Kalau nanti kena orang lain, kan kasihan,” dengan nada tegas dan netral.

2. Berikan anak ruang untuk sendiri

Kemudian cara mengatasi anak tantrum yang berikutnya adalah memberikan ruang untuk anak. Orang tua dapat memberikan ruang kesempatan anak untuk meluapkan emosi.

12 Kalimat Larangan yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Ke Anak Menurut Psikologi Parenting

Namun sebaiknya jangan jauh-jauh untuk tetap mengawasi si kecil agar bisa memantau perilaku anak seperti memukul,menendang ataupun menggigit.

Saat anak tantrum di tempat umum sebaiknya bawa anak jauh-jauh dari keramaian. Dan carilah tempat yang lebih sepi agar anak bisa meluapkan emosinya.

3. Pastikan anak aman

Saat orang tua sedang memberikan ruang waktu untuk anak, sebaiknya jangan ada  benda-benda yang berbahaya di sekitarnya. Orang tua tetap mengawasinya agar ia tidak menyakiti dirinya sendiri.

Dan jauhkan anak dari benda yang membahayakan, terutama saat ia sedang tantrum.

4. Tunjukkan empati

Metode gentle parenting sering digunakan untuk mengatasi anak tantrum di usia 2 tahun. Tidak boleh mengekang si kecil saat anak tantrum, apalagi sampai menyakiti anak . Misalnya dengan mencubit, menabok anak.

Manfaat Dongeng Sebelum Tidur, Bikin Anak Lebih Cerdas dan Tenang

Bentuk suasana positif dan tunjukkan empati Ibu dan Ayah kepadanya, misalnya dengan mengatakan, “Kakak marah ya, mainannya diambil teman? Nanti kita bujuk dia untuk mengembalikannya, ya.” Pengertian Ibu terhadap rasa frustasi si Kecil akan membuatnya tenang.

5. Pahami keluhan anak

Kemudian cara berikutnya yang bisa dicoba adalah dengan memahami dan mengenali kebutuhan dan keadaan si kecil. Karena mungkin anak tantrum karena terlalu capek, lapar atau, merasa perutnya tidak nyaman. Pencernaan yang tidak nyaman membuat anak lebih rewel dari biasanya.

Oleh karena itu penting untuk memastikan si kecil nyaman, aman dan tidak kepanasan saat berada dalam ruangan.

7. Tetap sabar

Hindari seketika menuruti atau malah langsung menolak keinginan anak. Ada baiknya, pahami lebih dulu keinginannya. Jika permintaan si Kecil dirasa wajar, Ibu bisa memenuhi permintaannya. Beri jeda antara saat anak meminta dengan saat Ibu memenuhi permintaannya untuk melatih kesabaran anak.

8. Validasi perasaanya

Validasi perasaan anak juga menjadi cara mengatasi anak tantrum yang bisa dilakukan. Ketika anak sudah tenang dan bisa diajak berkomunikasi, orang tua dapat mengajaknya mengobrol.

Sampaikan bahwa ayah atau ibu memahami rasa kesal atau frustasi si Kecil diikuti dengan penjelasan kenapa ia tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Jangan lupa untuk menggunakan intonasi yang lembut dan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh si Kecil.

9. Alihkan perhatiannya

Saat anak tantrum karena keinginannya tidak terpenuhi maka cara mengatasinya adalah dengan mengalihkan perhatian si kecil.

Anak biasanya cenderung memiliki perhatian yang cukup pendek, sehingga orang tua bisa melakukan sesuatu yang membuat kecil mudah teralihkan.

10. Tegas dan konsisten

Emosi anak bisa dengan mudah menjadi kacau saat ia menginginkan sesuatu, seperti membeli makanan atau berlama-lama di playground. Akhirnya, ini pun menjadi ‘trik’ agar keinginan tersebut dipenuhi.

Sebagai cara mengatasi anak tantrum, orang tua perlu bersikap tegas dan konsisten sehingga si Kecil paham kalau yang dilakukannya ini tidak baik. Sebisa mungkin jangan ‘mengalah’.

11. Memeluknya

Saat anak sedang tantrum orang tua bisa mencoba memeluknya erat. Cara ini ampuh untuk mengatasi emosi anak. Tenangkan dengan cara membisikkan empati kepadanya. Misalnya “ Ibu tau kamu marah karena tidak boleh main HP. Kadang ibu juga marah kalo tidak bisa melakukan apa yg ibu inginkan”.

12. Buat aturan yang jelas

Sebelum sampai tujuan, jelaskan pada anak bahwa tujuan pergi hanya untuk membeli makanan, bukan es krim atau mainan baru.

Cara menenangkan anak tantrum di tempat umum ini penting agar anak mengetahui batasan yang tidak boleh ia lakukan.

Orang tua juga bisa membuat aturan, misalnya, setelah makan baru bermain di taman. Ucapkan dengan tegas sambil menatap matanya, sehingga anak merasa orang tua menghargainya.

13. Gunakan teknik “mirroring”

Salah satu teknik yang efektif untuk menenangkan anak saat tantrum adalah “Mirroring” atau “Mirror and Match“.

Teknik ini dilakukan dengan menirukan bahasa tubuh anak untuk menunjukan empati dan pemahaman terhadap perasaan nya.

14. Hindari berdebat dengan anak

Anak yang mengalami tantrum sedang berkutat dengan emosinya sendiri. Ini berarti, ia sedang tak bisa diajak untuk berdiskusi.

Merespons semua perkataan atau melakukan tindakan fisik tertentu saat anak sedang merengek justru akan membuat tantrumnya menjadi-jadi.

Alih-alih berdebat dengan anak, jelaskan kepadanya kalau ayah dan ibu mengerti yang ia alami. Misalnya, katakan “Ibu tahu kamu masih ingin bermain” atau “Ibu mengerti kalau kamu kesal.”

Jika hal tersebut tak memungkinkan untuk dilakukan, sebaiknya diamkan si kecil dan beraktivitaslah seperti seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Tindakan ini akan membuat anak belajar bahwa menangis dan merengek tidak akan memberi manfaat apa pun.

15 Beri contoh yang baik

Anak yang mengalami tantrum sedang berkutat dengan emosinya sendiri. Ini berarti, ia sedang tak bisa diajak untuk berdiskusi.

Merespons semua perkataan atau melakukan tindakan fisik tertentu saat anak sedang merengek justru akan membuat tantrumnya menjadi-jadi.

Alih-alih berdebat dengan anak, jelaskan kepadanya kalau ayah dan ibu mengerti yang ia alami. Misalnya, katakan “Ibu tahu kamu masih ingin bermain” atau “Ibu mengerti kalau kamu kesal.”

Jika hal tersebut tak memungkinkan untuk dilakukan, sebaiknya diamkan si kecil dan beraktivitaslah seperti seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Tindakan ini akan membuat anak belajar bahwa menangis dan merengek tidak akan memberi manfaat apa pun. (sta)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *