Hai Bunda! Bayi tidak mau menyusu langsung tentunya bikin khawatir. Tapi bunda tenang saja karena mogok menyusu pada bayi bisa terjadi pada bayi manapun, termasuk pada bayi yang sebelumnya tidak mengalami masalah. Berikut ini kami berikan ulasan penyebab bayi menolak untuk menyusui beserta dengan cara mengatasinya.
Penyebab Bayi Tidak Menyusu Langsung
Ada banyak penyebab yang menjadikan bayi tidak mau menyusu langsung. Dibawah ini beberapa penyebabnya.
1. Perlekatan kurang baik
Perhatikan waktu bayi menyusu, apakah pelekatanya kurang sempurna pada puting? Apabila perlekatannya tidak pas, daya hisapnya tidak akan efektif. Sehingga bayi akan merasa kesulitan menyedot payudara.
Peletakan pada puting yang kurang baik bisa terjadi karena bayi sedang lapar dan menyusu dengan tergesa-gesa.
2. Bayi merasa tidak nyaman
Penyebab yang paling umum saat bayi tidak mau menyusu yaitu karena bayi sedang sakit. Saat bayi merasa sakit atau tidak nyaman dengan mulutnya maka bayi tidak mau menyusu. Misalnya ada sariawan, demam, radang tenggorokan, pilek dan tumbuhnya gigi.
Infeksi pada telinga juga dapat membuat bayi tidak ingin minum ASI. Hal ini dikarenakan saat bayi menyusu dengan berbaring miring di posisi telinga yang sakit, ia merasa tidak nyaman.
3. Asi berubah aroma atau rasa
ASI yang berubah aroma atau rasa juga bisa menyebabkan bayi tidak mau menyusu. Perubahan ASI tersebut disebabkan karena perubahan bau pada tubuh Bunda setelah menggunakan sabun, parfum atau deodoran.
Bukan hanya itu saja, konsumsi makanan tertentu yang bisa menyebabkan perubahan rasa ASI juga bisa menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu.
4. Produksi ASI berkurang
Saat bayi dalam kondisi lapar sedangkan ASI tidak keluar banyak dan mungkin bayi akan menangis. Hal ini menyebabkan bayi tidak mau menyusu.
Akan tetapi Bundanya perlu khawatir karena Bunda bia mencoba sesering mungkin untuk merangsang produksi ASI.
Selain itu Bunda juana bisa Melancarkan ASI dengan cara alami, misalnya dengan mengkonsumsi daun sirih.
5. Bayi tidak menyusu langsung karena Bunda sedang stres
Saat bunda sedang menyusui harusnya fokus dan dalam keadaan yang tenang. Jika kondisi Bunda sedang dalam keadaan stres,frustasi, marah maupun kurang sehat maka bayi akan merasakan hal itu berakibat tidak mau menyusu.
6. Terlalu banyak distraksi
Penyebab selanjutnya bayi tidak mau menyusu yaitu terlalu banyak distraksi. Seperti yang kita tahu bahwa rentang perhatian bayi masih sangat rendah sehingga mudah terdistraksi.
Contohnya saat banyak orang lewat dan berlalu lalang baik di depan maupun belakang Bunda, atau ada sesuatu tergantung di langit-langit. Menyebabkan kepala bayi kemungkinan besar akan sibuk mendongak daripada menyusui
7. Stimulasi berlebihan
Ketika bayi mendapatkan stimulasi sensori yang berlebihan, menyebabkan bayi menjadi rewel sehingga menolak menyusu.
Sebaiknya saat bayi menyusu, Bunda usahakan berada di ruangan yang pencahayaannya tidak berlebihan, tidak bising, aromanya menyenangkan dan suhunya sejuk.
8. Nursing strike
Nursing strike merupakan masa dimana bayi yang sebelumnya menyusu dengan baik tiba-tiba menolaknya. Ini umum terjadi pada bayi saat usia 3 bulan. Biasanya bayi yang mogok menyusu akan rewel dan menangis apabila dipaksa menyusu.
Menurut penelitian terbitan National Library of Medicine, nursing strike cenderung lebih sering dialami oleh working mom.
Bekerja dapat membuat Bunda dan bayi jadi jarang bertemu. Ketika si Kecil diajak menyusu, ia mungkin merasa “asing” sehingga menolak melekat pada puting.
9. Bayi mengantuk atau terlalu lelah
Bayi sering mengantuk terutama saat awal-awal lahir. Ketika bayi merasa lelah juga kurang responsif yang akhirnya menolak menyusu.
Ketika kondisi seperti ini, bayi biasanya lebih aman untuk dipeluk dengan metode skin-to-skin. Kontak kulit membantu menenangkan bayi dan merangsang refleks menyusu secara alami.
Agar lebih siap menyusu, Bunda bisa menggendong bayi sambil skin-to-skin atau mengganti popok terlebih dahulu. Waktu terbaik menyusui adalah saat bayi mulai setengah terjaga.
10. Puting ibu datar atau tenggelam
Bisa jadi karena puting ibu datar atau tenggelam sebagai penyebab bayi tidak mau menyusu. Kondisi ini membuat bayi lebih sulit menemukan titik perlekatan yang pas.
Permukaan puting yang datar cenderung lebih licin, menyebabkan mulut bayi akan mudah terlepas dan kesulitan menghisap secara efektif. Hal ini mengakibatkan bayi bisa frustasi dan jadi susah menyusu.
Perlu Bidan ketahui bahwa menyusui bayi yang benar adalah saat mulut bayi melihat pada areola, bukan hanya pada putingnya saja. Sehingga jika puting datar/tenggelam masih bisa disiasati dengan menyusui langsung lebih sering, memompa dan penggunaan nipple puller agar puting menjadi lebih menonjol.
11. Bayi lahir prematur
Bayi yang lahir prematur umumnya akan memerlukan perawatan di rumah sakit terlebih dahulu sehingga belum langsung menyusu. Dan bunda pun harus menunggu sampai kondisi bayi stabil untuk menerima aASI.
Bayi prematur saat belajar menyusun biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama. Karena ukuran tubuh dan mulutnya lebih kecil sehingga membuat proses pelekatan menjadi lebih menantang.
Dan Untuk bayi prematur stabilnya cenderung cepat berkurang dibanding bayi cukup bulan. Karena itu, bayi mungkin memerlukan bantuan dan latihan menyusu secara bertahap
Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu
Bayi yang tidak mau menyusu terkadang bikin frustasi dan stres. Tapi Bunda harus tetap tenang dan selalu into bahwa stres yang Bunda alami bisa mengurangi suplai ASI.
Berikut cara untuk mengatasi bayi yang tidak mau menyusu :
1. Perbaiki pelekatan saat menyusu
Kesalahan posisi bayi ketika menyusu membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga tidak mau menyusu.
Pada dasarnya, ada cara tersendiri untuk meletakkan posisi bayi dengan benar selama menyusui, yaitu:
- Bagian wajah bayi sebaiknya dihadapkan ke arah payudara.
- Gendong bayi dalam posisi miring, menghadap ke tubuh Bunda.
- Usahakan supaya perut dan dada bayi menempel dengan perut dan dada Bunda
2. Stimulasi bayi ada rgr mau membuka mulut
Agar bayi mau membuka mulut untuk menyusu, BUnda bisa memberi rangsangan dengan cara memerah sedikit ASI lalu mengoleskannya ke bibir atau sudut mulut si Kecil. Aroma dari ASI akan memancing refleks mencari puting sehingga bayi mulai membuka mulut.
Ketika bayi merespons dengan muka mulutnya maka segera dekatkan ke payudara da bantu perlekatan secara perlahan. Bunda harus melakukannya dengan tenang dan sabar agar berhasil.
3. Susui di ruangan yang tenang dan minim distraksi
Saat ingin memberi ASI pada si kecil, bawalah ke tempat yang tenang, redup dan jauh dari keramaian. Dengan cara seperti ini akan membantu bayi merasa lebih aman dan fokus menyusu.
Apabila diperlukan matikan TV, dan jauhkan ponsel atau mainan yang bisa menarik perhatian.
4. Gunakan pompa ASI
Apabila Bunda mempunyai puting datar atau tenggelam, maka tenang saja. Masalah ini bisa diatasi dengan merangsangnya keluar memakai pompa ASI. Pompalah ASI sebanyak 8-10 kali sehari atau setiap 2-3 jam sekali.
5. Rutin melakukan skin to skin
Skin to skin bisa membuat bayi merasa aman dan mudah kembali mencari payudara. Dengan kontak kulit muka bisa merangsang refleks menyusu dan membantu produksi ASI tetap optimal. (sta)
Comment